BALAGU RUSIA

November 21, 2008

PERGI UNTUK KEMBALI

Filed under: Rusia

Tidak terasa terasa 2 tahun sudah kita menghabiskan banyak waktu di Rusia. Tidak terasa banyak kenangan indah yang terukir di negara ini, senang, sedih dilewati dan di rasakan bersama-sama. Tak terasa dinegara ini kami mendapat inspirasi yang besar untuk membangun Indonesia.

Kesenangan dan kemenangan bisa di rasakan disaat kami bisa mewakili Indonesia di acara International Student Festival "Золотая Осень" yang di laksanakan di Kampus Politeknik Saint Petersburg-Rusia. Event tahunan ini menampilkan culture serta budaya dari mahasiswa yang study di Saint Petersburg.

Seperti tahun-tahun sebelumnya kami selalu tampil mewakili Indonesia di acara tersebut. Ditahun ini mungkin sangat spesial karna tahun ini merupakan tahun terakhir buat kita semua. Sesuatu yang spesial ditampilkan untuk mewakili Indonesia. Seindah dan semerdu lagu "RAME-RAME" dan "PERGI UNTUK KEMBALI" yang kami bawakan

"RAME-RAME" seluruh anak Indonesia menimbah Ilmu di Rusia, RaME-Rame pula kami akan kembali membangun INDONESIA. Tapi suatu saat nanti kami percaya akan Kembali lagi kesini semerdu lagu "PERGI UNTUK KEMBALI". Kembali lagi ke negara ini untuk mendapatkan sesuatu yang harus kita dapat, sesuatu yang akan sangat berguna di Indonesia nanti.

Juara 2 merupakan pencapaian yang sangat baik, walaupun tidak sebaik 2 tahun lalu kami bisa mendapatkan Juara 1. Tapi kemenangan bukanlah suatu yang penting buat di raih, karna arti penting dari acara tersebut supaya bisa mengharumkan dan memperkenalkan budaya Indonesia di negara Rusia.

Terima kasih Saint Petersburg.. Terima Kasih Rusia. Kalian memberikan suatu warna yang indah buat hidup kami. Warna yang indah didalam membangun karier, serta bangsa kami. Semoga kemenangan ini bukan kemenangan yang Terakhir, tapi merupakan kemenangan AWAL dan akan dilanjutkan oleh anak-anak Indonesia lainnya.

And…. Someday.. "WE BELIEVE", Kami akan kembali lagi kesini karna kami percaya "PERGI UNTUK KEMBALI"…… ya……  "PERGI UNTUK KEMBALI" .. Ya Kami akan KEMBALI LAGI

November 7, 2008

WORKING IN BALI

Filed under: Opini

Buat rekan-rekan atau Alumni Rusia, Informasi ini diharapkan bisa berguna buat kita semua

Kami adalah recruitment agency di Bali

Silakan visit our website : www.jac-recruitment .co.id and www.working- in-bali.com

Kami memiliki banyak client (terutama hotel bintang 5 international chain) yang memerlukan staf Guest Relation Officer (GRO) yang mampu berbahasa Rusia

Persyaratan umumnya adalah :

Female / Male, Prefer 24 -30 years old, Good communication skill, Must be Excellent in Russian language and prefer English ability

Remunerasi yang diberikan pada umumnya adalah :

Range salary Rp 4,5 – 7,5 juta (depend on qualification & facilities)

Makan siang dan malam,

Housing allowance

Return ticket, dll

Kami menunggu kiriman CV Anda
Bila ada hal hal yang ingin ditanyakan, silakan hubungi :
gunawan@jac- recruitment. co.id atau
working.in.bali@ gmail.com

Alamat kami adalah :

JAC Indonesia – Bali Office
Papaya Fresh Gallery
JL. Patih Jelantik (Mertanadi), Kuta 80361
Tel: +62361 762101| Fax: +62361 762101 | Mobile: +62 8113 802 802
Email: gunawan@jac- recruitment. co.id | URL: http://www.jac- recruitment. co.id

November 6, 2008

Mesjid Saint Petersburg

Filed under: Budaya

Banyak yang mengira bahwa Rusia yang merupakan bekas Negara Komunis tidak mempercayai adanya Tuhan/Ateis. Mungkin stigma tersebut sudah melekat di kita semua. Untuk lebih jelasnya bahwa struktur penduduk Rusia yaitu 63 % memeluk agama Kristen Ortodok Rusia, 6 % Muslim dan 1% memeluk agama Budha, Katolik, Protestan dan Yahudi.

Tulisan kali ini akan memuat beberapa Rumah Ibadah yang sering digunakan oleh warga Rusia maupun warga asing yang menetap di rusia. Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang Mesjid di Kota Saint Petersburg.

Mesjid ini terletak di kota Saint Petersbug dan merupakan mesjid yang terbesar di kota ini. Letaknya di Stasiun Metro Gorskovskaya. Mesjid ini digunakan oleh penduduk Rusia yang beragama muslim maupun pendatang untuk melakukan kegiatan keagamannya setiap hari Jumat maupun pada acara-acara kebesaran keagamaan muslim di Rusia. Sekilas mesjid ini sangat identik dengan ornamen-ornamen rusia.

Adapun sejarah mesjid ini sangat melekat dengan Indonesia karena ditempat inilah Presiden Indonesia Ir. Soekarno sampai Susilo Bambang Yudhoyono pernah ke mengunjungi mesjid ini.

Sambil mengingat pepatah orang Rusia,Untuk Mengenal Kami, Anda Harus Berfikir Seperti Pikiran Kami”


Semoga Informasi ini bisa membuka cakrawala informasi tentang Negara Rusia.

October 31, 2008

The IEEE Region 8 EUROCON 2009 Conference May 18-23, 2009 Saint-Petersburg, Russia

Filed under: Rusia
The Conference is devoted to the 150 Anniversary of Alexander Popov

The IEEE Region 8 Conference EUROCON has very famous history. The first Eurocon was in 1971 in Lausanne, Switzerland. Then after 12 years brake new renovated biennale

EUROCON started in 2001:
EUROCON2001: July 2001, Bratislava, Slovakia
EUROCON2003: September 2003, Ljubljana, Slovenia
EUROCON2005: November 2005, Belgrade, Serbia & Montenegro
EUROCON2007: September 2007, Warsaw, Poland

The next forthcoming EUROCON2009 will take place in St. Petersburg, Russia. This time it will be devoted to the 150 anniversary of Alexander Popov, which was the first to openly demonstrate radio signals transmitting and receiving on May 7, 1895. The Conference venue will be Saint Petersburg Electrotechnical University “LETI” which was fortunate to have Alexander Popov as the first elected Director. However Alexander Popov contributed also to other areas of electrophysics and electromechanics. Hence our Eurocon2009 topics represent all modern trends and directions in the field of Electrical Engineering including historical and educational aspects.

Catatan:
Kebetulan acaranya di adakan di kampus LETI (Leninggrad Elektrotechiceski Institute) tempat kuliahnya si-MAURITS WATTIMENA, dan Figur Alexander POPOV sangat besar berpengaruh di Rusia terutama di Kampus LETI, karna dialah produk LETI dan menghabiskan seluruh hidupnya mengabdi di LETI. Dunia mengetahui bahwa Penemu Radio yaitu Marconi, tapi sebelum Marconi menemukan Radio, Alexander POPOV sudah melakukan percobaan tersebut, tapi tidak pernah dipatenkan sehingga dunia lebih mengenal Marconi daripada Alexander POPOV. Dunia boleh mengetahui Marconi penemu Radio, tapi buat Rusia maupun Kampus LETI, hanya ada seorang dan yang pertama melakukan percobaan tersebut, hanya seorang ALEXANDER POPOV

October 7, 2008

PPI Belanda Serukan Aksi Boikot dan Cegat DPR di Bandara

Filed under: Rusia
Tertegun Rasanya setelah mendengar dan membaca Berita yang di muat di www.detik.com. Tentang "Rencana Plesiran anggota DPR RI ke luar negeri" Rencana Boikot yang akan dilakukan oleh PPI belanda serta seruan untuk seluruh PPI di eropa. Mungkin lebih lengkapnya isi berita tersebut bisa di baca di bawah ini sebelum menjawab pertanyaan yang akan dilontarkan..?

Den Haag - PPI Belanda menyerukan boikot plesiran anggota DPR RI ke luar negeri. Bila masih tebal muka, diserukan agar PPI negara tujuan beraksi dan mahasiswa di Jakarta mencegat mereka di Bandara Soekarno-Hatta.

Demikian pernyataan sikap Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda yang dikirim Sekjen Presidium (sebelumnya tertulis Ketua) Yohanes Widodo kepada detikcom Selasa (7/10/2008) pagi.

Dalam pernyataan sikap berisi lima butir dan diteken di Den Haag (4/10/2008) itu PPI Belanda menyatakan memboikot dan menolak kunjungan anggota DPR RI yang melakukan aji mumpung plesiran ke luar negeri dengan kamuflase studi banding.

Penolakan tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa DPR tidak memiliki sense of crisis di tengah kemiskinan dan hutang Indonesia yang masih banyak, sehingga seharusnya keuangan negara digunakan secara hemat, tepat guna dan berdaya guna.

Kedua, jika sekedar studi banding dan pengumpulan data, maka tugas itu bisa dilakukan dan diwakilkan kepada para mahasiswa Indonesia yang berada di negara yang akan dikunjungi, berkoordinasi dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI). Selain itu jika tujuannya untuk belajar, maka bisa dilakukan dengan cara mengundang pejabat Bank Sentral Jerman ke Indonesia.

Ketiga, PPI Belanda menyerukan para mahasiswa di Jakarta untuk menahan keberangkatan rombongan anggota DPR di Bandara.

Keempat, menyerukan para mahasiswa di Jerman untuk memboikot dan menolak kedatangan rombongan anggota DPR tersebut.

Kelima, kegiatan plesiran anggota DPR yang dibungkus sebagai studi banding, menunjukkan bahwa anggota DPR sangat bebal dan kebal terhadap kritik dan lagi-lagi menunjukkan perilaku memalukan.

Disebutkan bahwa pernyataan sikap tersebut dikeluarkan PPI Belanda setelah mencermati dan memperhatikan pemberitaan detikcom edisi Kamis (25/09/2008) dan Jumat (26/09/2008) tentang rencana plesiran anggota DPR ke Eropa dengan rute Jakarta, Frankfurt, Berlin, Milan, Jakarta.(es/es)

Salut rasanya melihat Generasi muda yang Kritis dan bisa mencermati segala yang terjadi di negeri kita. Pertanyaannya, Apakah semua PPI bisa melakukan hal tersebut terutama di negara yang saya Tinggal ini Apabila rutenya bisa mampir kesini ?

Semoga apa yang dilakukan oleh PPI Belanda bisa menjadi INSIRASI buat kita semua..

Yang MUDA yang Berkarya
Terbanglah Rajawaliku..

September 6, 2008

7 Kiat Memilih Netbook Idaman

Filed under: Opini
Laptop mini atau yang dikenal dengan netbook saat ini tengah membanjiri pasar. Ukuran mungil, bobot ringan, serta harga yang relatif terjangkau memang cukup menggiurkan.

Laptop mini atau yang dikenal dengan netbook saat ini tengah membanjiri pasar. Ukuran mungil, bobot ringan, serta harga yang relatif terjangkau memang cukup menggiurkan.

Namun, jangan gegabah saat hendak membeli gadget yang satu ini, agar tidak menyesal di kemudian hari. Ada baiknya, Anda simak tujuh kiat memilih netbook, yang dikutip dari Computerworld :

1. Sesuaikan dengan kebutuhan Anda dan sesuaikan dengan budget yang ada.

Sebelum membeli netbook, Anda harus mengetahui kebutuhan Anda. Apakah Anda membutuhkan sebuah piranti berbobot ringan untuk mempermudah akses internet? Atau Anda membutuhkan laptop yang sarat fitur? Jika memang Anda membutuhkan fitur yang banyak, lebih baik Anda mengurungkan niat untuk membeli netbook dan memilih untuk membeli laptop. Netbook cocok digunakan untuk surfing,presentasi dan pekerjaan dengan Office. Sedangkan laptop cocok digunakan untuk mengedit video atau pekerjaan multimedia lainnya.

2. Belilah netbook dengan ukuran layar 8,9 inchi atau yang berukuran lebih lebar.

Saat membeli netbook, perhatikan ukuran layar. Usahakan untuk membeli netbook dengan ukuran layar minimal 8,9 inchi. Ukuran yang terlalu kecil akan mengurangi kenyamanan Anda saat menggunakan netbook, karena tidak dapat melihat halaman situs secara keseluruhan.

3. Pastikan netbook pilihan Anda ditunjang dengan baterai 6 sel.

Baterai 6 sel akan memberi kesempatan kepada Anda untuk menggunakan netbook dalam durasi waktu yang relatif lama.Misalnya, netbook Eee PC 1000 Asus, dan Eee Pc 901 yang tahan hingga delapan jam.

4.Cobalah keypad netbook, dan pastikan itu nyaman untuk jari-jari Anda.

Sebelum memutuskan untuk memboyong pulang sebuah netbook, sebaiknya Anda mencoba terlebih dahulu keypad pada netbook pilihan Anda. Pastikan bahwa keypad tersebut nyaman digunakan.

5. Cermati software apa yang digunakan pada netbook tersebut.

Sebelum memutuskan membeli netbook, terlebih dahulu cermati, software apa yang digunakan pada netbook tersebut. Apakah software tersebut sesuai dengan keinginan Anda, misalnya Windows XP atau Linux.

6. Pertimbangkan harga netbook.

Lazimnya, sebuah netbook akan ditawarkan pada kisaran harga di bawah US$ 500. Jika harga netbook tersebut melampaui harga US$ 500, pertimbangkan lagi keinginan Anda untuk membeli netbook. Karena harga tersebut sudah mendekati harga laptop biasa, yang menyediakan fitur lebih lengkap daripada netbook.

7. Pertimbangkan fitur-fitur apa saja yang terdapat di netbook tersebut.

August 7, 2008

Kita Merdeka Karena “NGAWUR”

Filed under: Rusia
Bulan Agustus identik dengan kemerdekaan. Kemerdekaan Indonesia. Tidak banyak yang menyoal daerah mana saja yang juga merdeka di tahun 1945. Apalagi sampai berpikir hakekat kemerdekaan itu sendiri. Maka di tengah kesulitan hidup, hari-hari ini di seluruh kampung di Nusantara tetap saja meriah. Ramai-ramai merayakan hari kemerdekaan. Pasang umbul-umbul dan pesta suka-ria.

Bicara kemerdekaan Indonesia, yang terpampang selalu heroisme. Kepahlawanan. Semangat pantang mundur, tidak kenal menyerah, dan rawe-rawe rantas malang-malang putung. Itu ideologi yang tidak boleh pupus. Soalnya berkat itu, konon, hanya dengan bambu runcing, Belanda, Jepang dan Inggris dapat diusir.

Jangan tanya jumlah rakyat gugur yang ditaksir 16 ribu jiwa di Surabaya saja. Atau korban ‘gerbong maut’ di Situbondo yang mirip pembantaian Yahudi di Jerman. Juga korban bertumbangan di Aceh maupun Padang serta wilayah lain di tanah air.

Secara visual, kegigihan dan ‘kengawuran’ rakyat Indonesia itu bisa dilihat dari lukisan almarhum Sochieb. Betapa meriam dan senapan para penjajah itu tidak berguna menghadapi lautan manusia. Mereka siap menukar nyawa dengan cita-cita luhur bangsa ini, dengan semboyan baku ‘merdeka atau mati!’

Namun benarkah kita pernah punya semangat yang mampu mengubah haikal menjadi petir dan menjadikan santri-santri bertubuh kebal tidak mempan mortir?

Sang pelukis ketika masih hidup pernah saya tanya, apa benar begitu adegan perang di detik yang monumental itu Cak? Rakyat seperti air bah, menyongsong meriam dan senapan, dan ditembak malah lakak-lakak? Ditembak tak mati, tapi tertawa terbahak-bahak? Jawabnya : "Wah yo embuh jok, jarene koyok ngono, yo tak gambar karo tak tambah-tambahi (wah ya nggak tahu Jok, katanya sih seperti itu, ya kugambar dan kutambah-tambahi) biar kelihatan lebih seram."

Jawaban yang meragukan itu semakin tidak jelas juntrungnya, tatkala almarhum Gatut Kusumo, salah satu petinggi Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) dengan gaya blokosutonya menuturkan, perang melawan sekutu itu tidak bisa disebut perang, karena tentara kita ‘tidak pernah’ perang. "Kita ini diuber-uber sampai ngungsi ke Malang Selatan. Jangan lagi kita nembak musuh. Lihat musuh datang saja dengkul ini sudah kothekan (kaki gemetaran)," katanya.

Terus korban jiwa puluhan ribu itu akibat apa? Penyobekan bendera Belanda di Hotel Orange (sekarang Hotel Majapahit) adakah bukan nyata? Dan matinya Jenderal Mallaby di Jembatan Merah adakah tidak pernah terjadi?

DR Ruslan Abdulgani (almarhum juga), dengan gamblang mengatakan, bahwa korban jiwa rakyat Surabaya memang benar adanya. Itu akibat bombardir sekutu. Penyobekan bendera Belanda memang terjadi dan tidak diketahui siapa pelakunya. Juga terbunuhnya Jenderal Mallaby. Yang terakhir ini malah disebutnya sebagai ‘kecelakaan’.

Ya kecelakaan. Kala itu lagi dilakukan perundingan di Gedung Internatio. Dua pihak melakukan gencatan senjata, merumuskan keinginan sekutu untuk menempatkan negeri ini kembali sebagai daerah jajahan.

Di tengah kegayengan berunding, tiba-tiba dari belakang Gedung Internatio, datang sekumpulan ‘tretan dzibik’ (teman-teman dari etnis Madura). Mereka membawa bendera merah putih yang merahnya diambil dari darah, bergelombang membuat kerusuhan di depan gedung ini.

Tentara sekutu yang menjaga perundingan itu akhirnya melepas tembakan. Ini yang menyulut kegaduhan. Mereka semburat sambil berteriak ‘Allahu Akbar’. Suasana kian riuh tatkala tembakan dari lantai atas itu kian gencar.

Ruslan Abdulgani, salahsatu saksi sejarah, melihat perang berkecamuk lagi, bersembunyi di sebuah lubang dekat sungai. Jaraknya tidak sampai 100 meter dari Jenderal Mallaby yang berdiri garang dekat mobil yang ditumpanginya.

Tidak lama setelah itu terdengar bunyi ledakan. Tidak jelas apa yang barusan meledak. Hanya, di tengah suasana tidak terkendali itu, tiba-tiba datang seseorang menghampiri Ruslan Abdulgani. Katanya, "Londone wis tak enteki Cak." (Belandanya sudah tak bunuh Cak. Yang dimaksud Belanda adalah Mallaby yang jenderal Inggris itu).

Dan betul, di tengah perang yang disebut papa (panggilan akrab Gatut Kusumo) ‘bukan perang’ itu, Inggris yang gagah itu kehilangan seorang jenderal. Kita merdeka karena ‘ngawur’.

Adakah karena sejarah kemerdekaan yang ‘ngawur’ itu hingga negeri yang sudah merdeka ini dijalankan oleh banyak oknum pejabat yang ngawur pula? Korupsi jadi gaya hidup. Dan tipuan jadi jurus andalan ngibuli rakyat?

Keterangan Penulis: Djoko Su’ud Sukahar, pemerhati budaya, tinggal di Jakarta.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham